Weekend ke Ragunan Jakarta



Alhamdulillah rencana jalan-jalan kemarin waktu ke monas dan kota tua terwujud juga dan untuk bulan selanjutnya kami berencana jalan-jalan ke Ragunan Jakarta. Sebenarnya kami sudah kesana namun waktu itu dokumentasinya (photo-photo waktu disana)  sempat hilang jadi kami rencana kembali untuk pergi kesana sekedar untuk mengabadikan moment yang ada disamping mengetahui fauna di indonesia khususnya.

Tepat pada tanggal 04 Februari 2012 kamipun jadi berangkat ke Ragunan jakarta tersebut, namun sayangnya kali ini hanya kami berdua yang meramaikan rencana diatas yaitu wans flydream dan iebul Elnino. Mereka yang selalu menemai kami rupanya sibuk dengan kerjaan, ada yang pulang kampung, ada agenda lain yang telah mereka rencanakan sebelum dibuatnya rencana kami, dan jaga mess (karena  orang-orang pada gak ada, pada keluar). Akhirnya hanya kami berdualah yang berangkat kesana...

Kami berangkat dari Mess sekitaran jam 06.00 lebih 15 menitan,  naik angkot  kota bumi kali deres menuju terminal kali deres dengan tujuan utama kami adalah naik busway, karena disamping ongkos yang cukup murah juga fasilitas yang cukuplah untuk masyarakat kayak kami ini. Hanya dengan bermodalkan ongkos Rp. 3.500,- kami bisa sampai di ragunan jakarta, padahal rutenya lumayan jauh, lhooo, malahan kalo berangkat pagi-pagi sekali bisa lebih murah hanya Rp. 2.000,-, lumayan kan bisa mengirit sdikit, hee..

Ringkasnya kami pun sampai di ragunan jakarta, dengan melalui pintu gerbang utama untuk membeli tiket masuk yaitu seharga  Rp. 4.000,-/orang dewasa, klo utuk anak-anak klo tidak salah beda tarif lagi. Setelah kami masuk ke area ragunan tersebut yang pertama-tama jadi objek dokumentasi kami adalah patung gajah, sehingga dengan gaya cool abis (mati gaya, hee...) kami pun berphoto ria disana. Karena kami tiba disana cukup pagi, jadi suasananya masih sepi, gak terlalu banyak orang seliweran dan kondisinya masih adem ayem , dingin, perfect lah...

Setelah mondar mandir kesana kemari akhirnya kamipun menemukan gerbang khusus hewan primata kayak monyet,  bukan kayak kami, he.., namun untuk masuk ternyata kami harus bayar lagi yaitu Rp. 7.500,-/orang, tp setelah masuk weeehhh ternyata bagus juga design arsitektur bangunannya, sehingga cukup puaslah dengan harga seprti itu. Didalam area tersebut kamipun  mondar mandir kembali, dari mulai terowongan ampe seluruh area tersebut terlewati, hingga akhirnya kamipun lemas tak berdaya, karena capenya beradventure, hee..., walhasil kamipun makan dulu disebuah ruangan yang kosong untuk sekedar mengumpulkan energi yang telah hilang.

Karena makan terlalu kenyang jd maaf postingannya ga dilanjutkan, hee.. (ko berimbas pada postingan???, hee..., males coyyy), tp berikut tanda mata dari kami sekedar dokumentasi yang mungkin untuk kami cukup berharga dan sebagai bukti bahwa kami pernah kesana (huhhh...sombong ni yehhh), dalam artian cerita untuk generasi kami kelak, wkwkwkwkwk...












Share on Google Plus

About BARUDAK FINE

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar